Alexa Metrics

Cara Unik Ibu-Ibu Jalasenastri Manfaatkan Hasil Tambak Udang di Tengah Pandemi

Cara Unik Ibu-Ibu Jalasenastri Manfaatkan Hasil Tambak Udang di Tengah Pandemi Ibu-ibu Jalasenastri (istri-istri TNI AL) tengah memperlihatkan produk abon dari udang hasil para petambak. DOK Indopos

indopos.co.id – Ibu-ibu dari Cabang 5 Korcab XIII Daerah Jalasenastri Armada II, Kotabaru, Kalimantan Selatan (istri-istri TNI AL) sukses memproduksi Abon Udang. Abon Udang itu diproduksi untuk meningkatkan nilai ekonomi petambak udang di Kotabaru.

Ketua Cabang 5 Korcab XIII Daerah Jalasenastri Armada II, Yunice Aprily Sadarianto menjelaskan produk Abon Udang “Resep Saijaan” yang baru diproduksi beberapa bulan ini murni inisiatif ibu-ibu Jalasenastri Kotabaru. Inisiatif itu berawal dari berlimpahnya produksi udang petambak udang di lingkungan sekitar Mako Lanal Kotabaru.

Di tengah Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, lanjut Yunice, ada hikmah luar biasa yakni ibu-ibu lebih kreatif dalam menolong petambak udang. Menghidupkan lapangan pekerjaan sehingga petambak tidak menganggur. “Udang selalu dibutuhkan, diolah menjadi abon, Insya Allah sangat bermanfaat,” katanya, Jumat (4/12/2020).

Menurut Yunice, udang merupakan komoditas yang mudah dicari di Kotabaru dan produksinya berlimpah. Lantas, di tengah pandemi, ibu-ibu Jalasenastri berinisiatif bisa memanfaatkan waktu luang dengan membuat abon berbahan dasar udang. “Ini sekaligus bisa menjadi ciri khas Kotabaru, mengingat abon yang beredar di pasaran umumnya berbahan dasar daging ayam, daging sapi dan ikan. Lantas kami pilih udang sebagai bahan dasar abon,” papar Yunice.

Kotabaru, ungkapnya, merupakan kota kepulauan ada pulau besar dan kecil dengan produk seafood sangat berlimpah. Dengan kehadiran produk Abon Udang, diharapkan bisa menjadi alternatif oleh-oleh makanan khas dari bumi Saijaan, Kotabaru, Kalimantan Selatan, selain amplang.

Produk Abon Udang, diakui Yunice, relatif baru beberapa bulan diproduksi. Sekali produksi bisa menghasilkan 15 hingga 20 kg Abon Udang.

Produk ini awalnya untuk suvenir oleh-oleh buat tamu KRI yang singgah di Kotabaru. Dan juga dipasarkan secara online di LADARA, situs belanja yang memasarkan hasil UMKM ibu-ibu di lingkungan TNI. Selain itu, juga dipasarkan dengan memanfaatkan media sosial.

Abon Udang yang diproduksi ibu-ibu Jalasenastri, Yunice menjelaskan, menggunakan aneka rempah tradisional Indonesia dan udang tambak. Udang dihaluskan kasar, lalu ditumis dengan bumbu-bumbu rempah, diaduk hingga kering.

“Kami tidak menggunakan bahan pengawet, penguat rasa dan bahan tambahan lainnya. Jadi Abon Udang berbahan udang tambak segar. Abon memiliki rasa gurih tersirat pedas. Abon ini biasanya dijadikan teman makan nasi hangat atau jadi topping atau campuran nasi goring, mie kuah atau mie goreng. Biar ada sensasi udang di tengah masakan,” tukasnya.

Yunice berharap Abon Udang produk ibu-ibu Jalasenastri akan disukai di pasaran dan mampu bersaing dengan produk abon yang sudah ada. “Kami akan terus berinovasi dalam mengolah Abon Udang ini,” tambah Yunice. (vit)



Apa Pendapatmu?