Alexa Metrics

Demokrat DKI Jakarta Tolak Kenaikan Anggaran Fasilitas di Masa Pandemi

Demokrat DKI Jakarta Tolak Kenaikan Anggaran Fasilitas di Masa Pandemi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta Santoso. Foto: Purwoko/ Indopos

indopos.co.id – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta Santoso menugaskan Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta untuk menolak kenaikan anggaran kegiatan dan kenaikan fasilitas lain DPRD DKI Jakarta pada masa pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19 ini.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa beredar lembaran dokumen kenaikan anggaran rencana kerja tahunan (RKT) 2021 DPRD DKI yang mencapai Rp8 miliar dalam satu tahun per anggota Dewan. Meskipun informasi besaran anggaran ini masih simpang siur namun jika anggaran untuk volume dan kegiatan DPRD naiknya sangat signifikan dalam situasi saat ini itu dirasa kurang peduli sebagai wakil rakyat DKI Jakarta.

Menyikapi itu Santoso yang juga sebagai Anggota DPR RI-Komisi III menginstruksikan anak buahnya untuk tolak rencana tersebut. “Kita ini sedang prihatin, ekonomi sedang lesu akibat terimbas Covid-19, tidak etis kalau DPRD minta naik fasilitas dan tunjangan lainnya termasuk penambahan volume kegiatan DPRD itu akan menyakiti hati rakyat,” ujar Santoso, Sabtu (5/12/2020).

Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta maka secara tegas diingatkan agar anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI baik yang ada di unsur pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ataupun anggota biasa semuanya harus fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. Sikap penolakan itu akan disampaikan oleh Partai Demokrat DKI Jakarta pada Pandangan Umum Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta tentang RAPBD tahun 2021 oleh Fraksi Partai Demokrat.

“Partai Demokrat DKI Jakarta beserta jajarannya di tingkat akar rumput akan terus bersama rakyat memperjuangkan APBD DKI Jakarta yang penggunaannya diutamakan untuk kesejahteraan dan pembangunan yang berpihak pada rakyat. Harapan Rakyat Perjuangan Demokrat itulah yang diutamakan,” pungkas Santoso. (wok)



Apa Pendapatmu?