Alexa Metrics

Ian Wilson: Extrajudicial Killing tehadap Enam Anggota FPI Berbahaya Secara Politik

Ian Wilson: Extrajudicial Killing tehadap Enam Anggota FPI Berbahaya Secara Politik FotDr Ian Wilson (Murdoch University)
indopos.co.id – Kasus penembakan terhadap enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada Senin dini hari (7/12/2020) menarik perhatian salah seorang peneliti asing dari Murdoch University Australia, Dr Ian Wilson.
Ia menegaskan kalau penembakan yang dilakukan polisi itu adalah ’extrajudicial killing’ atau pembunuhan di luar hukum oleh polisi.
Ia juga menilai kejadian adalah upaya dari sebuah otoritas resmi di Indonesia untuk mengancam keselamatan Habib Rizieq Shihab. ”Enam pria muda yang meninggal itu pada dasarnya adalah korban dari extrajudicial killing. Dan saya rasa akan banyak dari pendukungnya yang melihatnya jika ada atau akan ada upaya dari otoritas untuk mengancam keselamatan Rizieq,” kata Ian seperti dikutip dari abc.net.au, Rabu (9/12/2020).
Ia menambahkan, walaupun ada perbedaan dari keterangan pihak kepolisian maupun versi FPI, terkait siapa yang mulai melakukan penyerangan. Namun peristiwa penembakan tersebut dikhawatirkan akan semakin meningkatkan ketegangan dan berbahaya secara politik.
Apalagi saat ini kata Wilson, ada persepsi di kalangan pendukung HRS kalau FPI sedang diserang, dan hal itu membuat mereka para pendukung HRS tidak akan percaya dengan apa pun yang dikatakan polisi.
”Jika pemerintah melakukan pendekatan dengan cara yang membuat Rizieq (justru) menjadi tokoh jihad, maka akan memperkuat daya tariknya dan statusnya sebagai pahlawan,”  kata Wilson yang mengkhususkan diri meneliti berbagai masalah ekonomi, sosial, politik, dan kriminalitas di Indonesia ini.
Ia berpendapat, pendekatan yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini nantinya akan menjadi ”ujian sesungguhnya” soal kemampuan pemerintah dalam mengatasi FPI, tanpa membuat lebih banyak konflik. Apalagi sejumlah pengamat menilai bagaimana sosok HRS yang banyak dimaki, namun justru semakin banyak menarik simpati massa.
”Rizieq adalah sosok pahlawan dan perjuangan bagi sejumlah orang, khususnya di kalangan pemuda di Jakarta. jadi saya rasa ini harus menjadi bagian dari strategi penanganan untuk meminimalkan konflik dan menenangkan, serta tidak memperkuat pengaruhnya,” pungkas Wilson. (ind)



Apa Pendapatmu?