Alexa Metrics

Habib Rizieq: Kami Akan Tempuh Prosedur Hukum untuk Mengungkap Kejadian Sebenarnya

Habib Rizieq: Kami Akan Tempuh Prosedur Hukum untuk Mengungkap Kejadian Sebenarnya DISAMBUT-Ilustrasi Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta.FOTO:IST

indopos.co.id – Sejak muncul terakhir kali pada dialog nasional Reuni 212 pada Rabu (2/12/2020) hingga disebut polisi untuk menyerahkan diri menyusul kejadian penembakan terhadap enam orang anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI). Akhirnya Habib Rizieq Shihab (HRS) muncul dan angkat bicara saat pemakaman lima anggota laskar FPI di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020).

Dari rekaman pernyataan suara HRS yang beredar luas, ia menyebutkan kalau dirinya sama sekali tidak menyangka kalau mereka yang membuntuti rombongannya adalah aparat kepolisian. HRS hanya menyangka kalau mereka hanyalah orang-orang jahat yang ingin mencelakai dirinya dan keluarganya.

”Pada saat kejadian tidak ada satupun diantara kami baik saya dan keluarga maupun seluruh pengawal yang tidak mengira kalau yang mengejar, memepet, mengganggu, adalah dari kepolisian.
Sama sekali kami tidak pernah mengira. Apalagi menuduh. Yang kami tahu mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakai kami,” kata HRS dalam rekaman itu.

HRS lantas memuji para pengawalnya yang tidak membawa senjata apapun namun telah berkorban nyawa demi melindungi dirinya dan keluarganya itu. HRS juga meminta seluruh masyarakat menahan diri. Dia menyebut pihaknya akan menempuh prosedur hukum.

”Karena itu saya minta kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, tahan diri, sabar. Kita hadapi dengan elegan, kita tempuh prosedur hukum yang ada. Karena kalau prosedur hukum ini ditempuh dengan baik, insya Allah semua akan terbongkar. Siapa yang membantai di lapangan sampai siapa yang menjadi otak yang mengatur ini semua akan terungkap,” kata HRS.

Ia juga mendesak harus segera dibentuk tim pencari fakta independen yang melibatkan seluruh elemen, yang melibatkan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International, maupun Komnas Perlindungan Anak untuk ikut turun tangan. Alasannya, dalam peristiwa itu di mobil yang ditumpangi HRS dan kerabatnya ada tiga bayi dan enam orang balita.

”Saya mengajak semua elemen bangsa ini, dari mulai presidennya, DPR-nya, dan seluruh institusi kenegaraan secara bersama-sama untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, apa yang terjadi di balik semua ini,” ujar HRS.

Sekretaris Umum FPI Munarman membenarkan kalau rekaman yang beredar itu adalah suara HRS di Masjid Pondo Pesantren Agrokultural Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020) pukul 09.00.(ind)



Apa Pendapatmu?