Alexa Metrics

Siswa SMA Amerika Bantu Warga Terdampak Covid-19

Siswa SMA Amerika Bantu Warga Terdampak Covid-19 IMG-20201217-WA0010

indopos.co.id – Marco Marcello Salim (16), siswa Shoreline Community College, Amerika Serikat ikut berpartisipasi memberikan bantuan sosial coronavirus disease 19 (covid-19) ke masyarakat yang terdampak ekonomi dari penyebaran virus menakutkan itu.

Setidaknya, selama dua bulan terakhir, Marco dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Komunitas House Of Bread telah membagikan beribu paket sembako ke warga Jakarta Depok, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek).

Misalnya, kepada warga yang tinggal di lingkunan pembuangan sampah, di Cilincing, Jakarta Utara. Lalu, perkampungan di kawasan Kuningan Jakarta Selatan. Ada pula, pemukiman warga di kawasan Tangerang.

“Kalau satu tempat, kami biasanya memberikan bantuan sekitar 150 sampai 200 paket sembako untuk warga yang terdampak covid-19. Memang baru dua bulan ikut komunitas itu, tapi sudah banyak tempat saya datangi,” kata Marco, di Jakarta, Kamis (17/12).

Marco bersama rekannya menyadari, memang pemerintah pun tengah memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak covid-19 secara berkala. Makanya, Marco melanjutkan, dia bersama rekannya mencari wilayah yang belum tersentuh bantuan covid-19.

“Mungkin wilayah itu akan dapat. Tapi, tidak apa-apa kami dulu yang memberikan bantuan sembako. Itu rejeki mereka,” lanjut Marco.

Marco menyebut, sejak SMP, dirinya tertarik dalam dunia sosial. Sejak SMP, dia sudah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Meski, harus merogoh koceknya sendiri. Maupun menggalang dana sejumlah orang.

“Membantu masyarakat yang kesusahan itu menyengankan. Makanya, meski saya bersekolah di Amerika, ketika di Jakarta, saya tetap memberikan bantuan kepada masyarakat. Kebetulan lagi covid. Jadi saya ikut bantu warga yang terdampak,” tambah Marco.

Oleh karenanya, Marco mengimbau kepada para pemuda milenial agar aktif mengikuti organisasi kemanusiaan. Terlebih, saat masa pandemic covid-19.

“Dengan berorganisasi sosial, kita dapat mengetahui bahwa ada banyak orang yang kekurangan di luar sana dan pentingnya bersyukur,” tutup Marco.

Apa yang dilakukan Marco dan banyak pemuda lainnya, juga dicermati Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Badan ini menyebutkan bahwa generasi milenial tetap gemar berdonasi di tengah Covid-19 dan resesi ekonomi.

Kepala Divisi Retail Nasional BAZNAS Fitriansyah Agus Setyawan, beberapa waktu lalu mengatakan, donatur milenial menjadi golongan usia yang menyalurkan dana sosialnya melalui BAZNAS, terutama lewat platform digital yaitu 70 persen dari total populasi. Sementara 30 sisanya adalah donatur dari kalangan “baby boomer” , atau generasi yang lahir antara 1946 dan 1964.

Ia mengatakan tren positif dari jiwa dermawan kalangan milenial adalah fenomena baik, terutama penyaluran dana sosial melalui teknologi finansial. (yay)



Apa Pendapatmu?