Alexa Metrics

BMC Geber Banyak Turnamen Amal

BMC Geber Banyak Turnamen Amal BERAMAL – Pencinta golf tidak sekadar memuaskan hobi tetapi menebar amal kepada kalangan yatim piatu. Foto ISTIMEWA

indopos.co.id – Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) belum bisa dijinakkan. Efek negatif virus asal Wuhan, Hubei, Tiongkok tersebut sangat mengerikan. Keseimbangan alam benar-benar di luar prediksi.

Ekonomi negara-negara maju murat-marit. Tidak terkecuali ekonomi emerging market (negara berkembang) dipaksa berjuang ekstra untuk keluar dari jebakan resesi. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut batuk-batuk. Padahal, jamak diketahui, UMKM kala krisis moneter menghantam 1997-98 silam, tidak goyah.

Bahkan, UMKM menjelma sebagai tulang punggung ekonomi kaum kelas sandal jepit, menjadi juru selamat. Pendeknya, UMKM tampil sebagai pahlawan ekonomi nasional. Namun, kali ini, dampak Covid-19 begitu dahsyat. UMKM tidak berkutik menghadapi imvasi Pandemi Covid-19.

Tidak sedikit perusahaan melakukan perumahan karyawan besar-besaran. Memotong gaji karyawan. Efisiensi dan memangkas anggaran tidak prioritas. Opsi paling masuk akal meski sedikit menyakitkan. Itu dilakukan sekadar untuk bertahan dari badai wabah Covid-19.

Huru-hara Pandemi Covid-19 selain menawarkan kengerian juga menjanjikan peluang. Nah, kesempatan itu ditangkap dengan apik manajemen PT Birdie Indonesia. Perusahaan bidang aksesoris kelengkapan alat-alat golf itu, mencoba memaksimalkan peluang sekecil lubang jarum. Berbekal inovasi dan kreativitas, perusahaan sukses bertahan.

Perusahaan tidak sekadar bertahan, namun berhasil mempertahankan ratusan karyawan. Tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, tidak mengurangi atau memotong gaji para pekerja sepeser pun. ”Seluruh pengusaha berkreasi untuk bertahan,” tutur CEO PT Birdie Indonesia Romdoni, pada ajang Birdie Membership Card (BMC) Invitation Golf, di Senayan National GC, Selasa (22/12/2020).

Doni sapaan akrab Romdoni menyebut, inovasi dilakukan dengan membentuk BMC. Sebagai wadah para pencinta golf lokal. Sekaligus menjadi tempat para pekerja yang rehat dari aktivitas rutin. ”Dan, alhamdulillah, operation cost terjawab melalui BMC,” imbuh Doni.

Sejak dibentuk Juli lalu, BMC telah beranggotakan 700 pegolf. Artinya, setiap bulan dapat menggaet 100 anggota baru. Dan, sepanjang 2021, keanggotan melalui BMC dipatok menyentuh sebanyak 2500 orang. Anggota BMC kategori premium dikenai Rp850 ribu, dan platinum Rp1,2 juta. ”Kami telah bekerja sama dengan 48 lapangan golf seluruh Indonesia,” ucapnya.

BMC menginginkan sebanyak mungkin menggaet anggota baru untuk bergabung. Dengan banyak anggota terlibat, dipastikan akan banyak turnamen. Tahun depan, BMC menarget 2 turnamen setiap bulan. Ya, paling tidak 20 turnamen tergelar. Dan, 16 dari 20 gelaran itu, berupa charity. ”Dan, sisanya turnamen biasa,” tukasnya.

Tidak dipungkiri, GMC dalam kegiatannya tidak hanya memuaskan pada penyaluran hobi. Lebih dari itu, aktivitas tersebut dipenuhi dengan tindakan amal. Kegiatan sosial menjadi aktivitas tidak kalah penting dalam menguatkan silaturahmi antarpenghobi golf. ”Kami bekerja sama dengan Rumah Yatim dalam kegiatan amal,” bebernya.

Selanjutnya, BMC akan menghadirkan banyak donasi terkumpul. Itu hanya akan dicapai kalau bisa menggaet banyak member. Karena itu, penambahan anggota menjadi perhatian. ”Sebab, lebih bisa mengumpulkan banyak donasi melalui turneman charity,” tegasnya. (raf)



Apa Pendapatmu?