Alexa Metrics

Dihadiri KONI, Munas PSTI Berlangsung Aman Tanpa Kegaduhan

Dihadiri KONI, Munas PSTI Berlangsung Aman Tanpa Kegaduhan Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Asnawi Abdul Rachman (kanan) dan dua petinggi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Suwarno dan Andre T. Utama, saat menghadiri Musyawarah Nasional PSTI, di Icuk Sugiarto Tranning Camp (ISTC) Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (27/12/2020). Foto: Dok. Panpel Munas PSTI.

indopos.co.id – Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) 2020 yang digelar di Icuk Sugiarto Tranning Camp (ISTC) Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (27/12/2020) berlangsung sukses lancar tanpa kegaduhan.

Sejak dibuka oleh Ketua Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Andre T. Utama Munas berjalan sukses, lancar tanpa ada kendala apapun apalagi sampai gaduh.

Munas PSTI dihadiri 21 Pengurus Provinsi dari 34 se-Indonesia itu kembali mengantarkan Asnawi Abdul Rachman sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PSTI periode 2021-2025. KONI Pusat pun akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengesahan hasil Munas PSTI 2020 ini.

“Jadi Munas PSTI ini berjalan sesuai prosedur AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) PSTI. Kehadiran petinggi KONI Pusat juga menjadi kartu truf bagi kami bahwa Munas PSTI ini legalitas terjamin,” kata Ketua Panitia Munas PSTI 2020, Herman SH, Selasa (29/12/2020).

Munas PSTI 2020 ini menurut Herman sudah berjalan sesuai dengan AD/ART PSTI dan mekanisme serta tahapan-tahapan dalam pelaksanaan Munas.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Ketua Umum KONI yang diwakili oleh Andrie T Sutarno dan menyampaikan sambutan sekaligus membuka Munas PSTI 2020. Hal ini membuktikan legitimasi pelaksanaan Munas PSTI 2020 tak perlu diragukan lagi.

Begitu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB PSTI 2021-2025, Asnawi langsung melakukan rapat terbatas untuk menyusun kepengurusan.

Dalam membentuk kepengurusannya di PSTI ini Asnawi menganut dua prinsip yakni profesional dan proporsional. Selain itu juga Asnawi butuh pengurus yang siap berkorban dan punya komitmen kuat memajukan sepak takraw Indonesia.

Menurut Asnawi dengan kepengurusan yang solid dan profesional, akan lebih memudahkan PSTI menjalankan program yang berujung pencapaian prestasi sepak takraw di event internasional.

“Mempertahankan prestasi itu lebih sulit dibanding saat merebut. Oleh karenanya saya butuh dukungan dari semua pengurus,” kata pria berdarah Bugis yang sudah dua periode ini memimpin PSTI ini. (bam)



Apa Pendapatmu?