Alexa Metrics

Irjen Kementerian ATR/BPN Panen Perdana Pepaya California di Banten

Irjen Kementerian ATR/BPN Panen Perdana Pepaya California di Banten PADAT KARYA-Panen perdana pepaya california dalam program BPN Banten Peduli yang dilakukan Irjen Kementerian ATR/BPN Sunraizal, Rabu (30/12/2020). Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS

indopos.co.id – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agraria,
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sunraizal melakukan
panen perdana pepaya california di perkebunan pepaya binaan BPN Banten
di Kampung Pasir Makam, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung,
Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/12/2020).

Sunraizal mengapresiasi program BPN Banten Peduli yang
diinisiasi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Banten Andi Tenri
Abeng dalam membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 dengan pola
bantuan padat karya.

”Harapan saya, program seperti ini terus digalakan dan semakin
banyak yang peduli kepada masyarakat, khususnya kanwil dan kantah
(kantor pertanahan) di seluruh Indonesia, bisa meniru kegiatan yang
sudah dilakukan oleh Kanwil BPN Banten,” ujar Sunraizal.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng
mengatakan ide program padat karya penanaman pepaya california ini
berawal saat terjadinya Pandemi COVID-19 pada April 2020 lalu.

Saat itu banyak masyarakat yang terpaksa menjadi pengangguran
akibat terkena PHK. Pihaknya tergerak membantu guna meringankan beban
masyarakat. Selain menggelontorkan bantuan berupa sembako, dan APD
(Alat Perlindungan Diri) untuk tenaga kesehatan, pihaknya juga
memberikan bantuan berupa program padat karya.

Tujuannya, agar masyarakat dapat terus bekerja dan bisa menerima upah
dan mendapatkan hasil dari program tersebut. Caranya, dengan
memanfaatka tanah terlantar yang ada di Kabupaten Lebak.

”Saat itu (masa awal Pandemi COVID-19, Red) banyak laporan
masyarakat yang terkena PHK dampak pandemi corona. Sehingga kami
berpikir, selain memberikan bantuan ’ikan’ juga memberikan bantuan
’kail’ dengan memanfaatkan tanah terlantar milik kas desa,” terang
pejabat yang akrab disapa Bu Abeng ini.

Menurut perempuan pertama yang menjabat Kakanwil BPN Banten ini
juga, BPN ingin berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak bukan
hanya memberikan bantuan yang habis pakai/habis konsumsi, tapi bantuan
yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Salah satunya, dengan menggulirkan program padat karya seperti
yang dilakuka di Desa Selaraja, Kecamatan Warungunung, Kabupaten
Lebak.

”Bantuan yang diberikan untuk program padat karya ini mulai
dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, dan penanaman, seluruh biaya
ditanggung BPN Banten Peduli. Termasuk pembelian bibit dan pupuk, upah
kerja pegawai, perawatan tanaman, hingga masa produksi,” tuturnya
juga.

Dia berharap dengan adanya program ini dapat membantu
masyarakat untuk lebih produktif dan meningkatkan perekonomian petani
secara berkelanjutan. ”Alhamdulilah, program ini mendapat dukungan
dari Bupati Lebak beserta jajarannya. Untuk itu, kami mengucapkan
terima kasih atas dukungan perhatian Pemkab Lebak,” paparnya juga.

Sedangkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang diwakili Asda
1 Pemkab Lebak Alkadri juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran
Kanwil BPN Banten yang sudah membantu warganya melalui program BPN
Banten Peduli.

Kepedulian BPN Banten sangat membantu warga, terutama yang menjadi
korban PHK akibat Pandemi COVID-19. ”Kami berharap program ini terus
berkelanjutan, karena masih banyak lahan lahan terlantar di Kabupate
Lebak yang bisa dimanfaatkan untuk program padat karya,” terang
Alkadri.

Panen perdana pepaya california selain dihadiri oleh jajaran
Kanwil BPN Banten, unsur Muspika Kecamatan Warunggunung, kepala desa
setempat, dan ratusan warga, kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala
Kantah Kota Padang, Sumatera Barat, Antoni yang saat itu menjadi orang
pertama yang ditugaskan oleh Kepala Kanwil BPN Banten untuk membuat
program padat karya tersebut.

Antoni mengaku berencana akan membuat program serupa di wilayah
Kantor Pertanahan Kota Padang. ”Saya akan berkoordinasi dengan pak
Kakanwil BPN Sumbar untuk membuat program seperti ini wilayah kerja
saya yakni di Padang,” ujar Antoni. (yas)



Apa Pendapatmu?