Alexa Metrics

Pembayaran UGR Lahan Proyek Tol Sercin Capai 97 Persen

Pembayaran UGR Lahan Proyek Tol Sercin Capai 97 Persen LAYANAN KHUSUS-Salah satu penerima uang ganti rugi, Dr. Hj Komariah Zagloel, 87, warga Kelurahan Ciputat, dilayani tersendiri saat pemberian UGR karena usianya yang sudah sepuh, Rabu (30/12/2020). Foto: yasril chaniago/indopos

indopos.co.id – Percepatan penyelesaian proyek tol Serpong-Cinere (Sercin) terus berjalan. Buktinya, pada penghujung akhir 2020 atau jelang libur pergantian tahun, Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melakukan pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) pengadaan tanah.

Bersama Kementerian PUPR (selaku instansi yang memerlukan tanah), dan dihadiri Kasi Datun Kejari Tangsel, beserta unsur pelaksana pengadaan tanah untuk pembangunan Tol Sercin, kembali melaksanakan pembayaran UGR kepada warga yang terdampak proyek tol tersebut, Rabu (30/12/2020).

Bertempat di Hotel Grandzuri, Serpong, Kota Tangsel, diserahkan UGR kepada warga yang tinggal di empat kelurahan yang masuk Kecamatan Ciputat dan Pamulang. Yakni, meliputi Kelurahan Ciputat, Cipayung, Pondok Cabe Udik dan Kelurahan Bambu Apus dengan luas keseluruhan 1.367 meter persegi (m3). Adapun nilai ganti kerugian pembebasan lahan yang diserahkan kepada warga melalui Bank BNI Cabang BSD mencapai Rp15,672 miliar lebih.

Dalam sambutan mengawali kegiatan pembayaran uang ganti rugi, Kepala Kantah Kota Tangsel Himsar yang juga selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah Proyek Tol Sercin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua warga penerima UGR atas partisipasinya dalam proyek nasional tersebut.

”Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terimakasih kepada warga yg bersedia menerima ganti kerugian karena pembangunan PSN (Proyek Strategis Nasional, Red) ini bisa terwujud dengan adanya kesediaan warga menyerahkan asetnya,” terangnya.

Himsar juga mengatakan, dengan partisipasi warga menyerahkan tanahnya, pelaksanaan pengadaan tanah proyek tol Sercin menjadi lebih mudah dan lancar dalam pengerjaannya.

”Secara pribadi saya mendoakan agar apa yang bapak dan ibu terima, menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga uang ganti rugi dapat mengangkat harkat kehidupan bapak da ibu lebih baik dari sekarang. Serta dapat berkontribusi menggerakkan roda perekonomian di tengah Pandemi Covid-19,” ujarnya juga.

Dalam kesempatan ini juga diingatkan bahwa dengan diterimanya ganti kerugian maka ada tanggung jawab sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 2 Tahun 2012, terutama pasal 41, yakni penerima ganti rugi bertanggungjawab atas kebenaran dan keabsahan bukti kepemilikan tanah yang diserahkan serta bertanggung jawab jika ada tuntutan dari pihak lain.

Dengan dibayarkannya UGR proyek tol Sercin, secara keseluruhan telah terealisasi 97 persen lahan dari kebutuhan sebanyak 2.347 bidang. Dengan rincian, 2.179 bidang tanah dibayar secara langsung dan 94 bidang melalui mekanisme konsinyasi. Dengan luas total 68 hektare lebih dengan nilai ganti kerugian Rp3,47 triliun lebih.

”Saat ini, tersisa 74 bidang tanah yang belum dibayarkan ganti ruginya dalam rangka pemenuhan lahan proyek tol Sercin yang sebagian besar bukan di area main road,” ungkap juga mantan Kepala Kantah BPN Kabupaten Tangerang ini.

Sementara itu, untuk progres pembangunan fisik, PPK Kementerian PUPR M. Fajri Nukman mengatakan kalau pengerjaan proyek tol Sercin secara keseluruhan sudah mencapai 89 persen. Rinciannya, untuk seksi I (Serpong-Pamulang) sepanjang 6,59 kilometer (km) progres fisik 97,20 persen. Sedangkan untuk Seksi II Serpong-Cinere sepanjang 3,55 km progress pembangunan fisik baru mencapai 71,01 persen.

Sedangkan Direktur Teknik PT CJS (BUJT) Zulmarlyan Iskandar menambahkan rencananya tol Sercin seksi I Serpong-Pamulang akan dioperasikan pada Januari 2021. Sedangkan untuk seksi II Serpong-Cinere diperkirakan akan beroperasi pada medio April 2021 mendatang.

Karena masih Pandemi Covid-19, maka acara itu pemberian UGR itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Semua undangan yang hadir disediakan masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan dicek suhu tubuh sebelum memasuki area acara penyerahan uang ganti rugi. (yas)



Apa Pendapatmu?