Alexa Metrics

Visi Media Perkuat Infrastruktur Rp100 Miliar

Visi Media Perkuat Infrastruktur Rp100 Miliar KORPORASI – Manajemen VIVA siap menyongsong kinerja 2021 di tengah Pandemi Covid-19. Foto: ISTIMEWA

indopos.co.id – PT Visi Media Asia (VIVA) tahun depan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp100 miliar. Alokasi belanja modal terutama untuk pembangunan infrastruktur.

”Tahun depan kami fokus perbaikan dan mengembalikan posisi perusahaan seperti semula,” tutur Direktur Visi Media Asia M Sahid Mahudie, secara virtual, di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Perusahaan hingga sembilan bulan pertama 2020 mencatat EBITDA senilai Rp39,2 miliar atau turun 39,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sedang laba (rugi) bersih di sembilan bulan pertama 2020 terkumpul Rp994,6 miliar. Lebih buruk dibanding periode sama tahun lalu Rp360,4 miliar.

Karena itu, perusahaan bakal merestrukturisasi fasilitas utang melalui skema refinancing dalam mata uang rupiah. Langkah itu ditempuh untuk menurunkan risiko nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Manajemen juga berencana mendapat tambahan fasilitas kredit modal kerja. ”Fasilitas utang dari bank lokal memiliki tenor pinjaman lebih panjang, dan bunga lebih kompetitif,” klaim manajemen Visi Media.

VIVA memiliki dua stasiun televisi free-to-air (FTA). Meliputi PT Lativi Mediakarya (TvOne) dan PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV). Selain itu, VIVA memiliki portal berita online, viva.co.id dikelola PT Viva Media Baru. Perusahaan optimistis, TV FTA tetap menjadi platform utama untuk beriklan.

Itu terefleksi dari nilai belanja iklan bersih secara nasional per akhir 2019 tercatat USD1,32 miliar. Dan, pada 2024 diproyeksi akan bertahan di kisaran USD1,29 miliar. Sejauh ini, stasiun TV FTA perusahaan terbukti sukses membidik pangsa pemirsa berbeda. Segmen pasar tvOne didominasi pria berusia 35-55 tahun. Sedang, ANTV lebih dominan dikalangan wanita dengan usia 45-55 tahun.

Manajemen Visi Media optimistis recovery pertumbuhan ekonomi setelah penemuan vaksin Covid-19 akan membaik. Dengan begitu, belanja iklan bisa kembali bertumbuh. Media Partners Asia (MPA) memprediksi pertumbuhan belanja iklan tahun depan untuk platform televisi akan meningkat 7,5 persen menjadi USD1,2 miliar. Itu diikuti pertumbuhan belanja iklan sektor digital 31,1 persen menjadi USD700 juta. (raf)



Apa Pendapatmu?