Alexa Metrics

Pria Ini Kecoh Petugas Bandara dengan Surat Tes Palsu

Pria Ini Kecoh Petugas Bandara dengan Surat Tes Palsu ilustrasi

indopos.co.id – Warga negara Tiongkok menggunakan hasil tes Covid-19 palsu agar bisa pulang dari Moskow, Rusia. Kedutaan Besar Tiongkok di Rusia dalam pernyataan persnya pada Rabu (30/12/2020), mengungkapkan bahwa pria bermarga Huang telah ditolak izin naik pesawat dari Moskow menuju Tiongkok pada pertengahan Desember karena hasil tesnya positif.

Namun Huang bertemu warga Tiongkok lainnya bermarga Zheng untuk membayar hasil tes negatif Covid-19 sebagai prasyarat terbang ke negaranya. Dengan bekal hasil tes palsu itu Huang berhasil naik pesawat pada 17 Desember 2020.

Namun, saat dites di bandara kedatangan Tiongkok, hasilnya positif. Pihak Kedutaan Tiongkok menyatakan, tindakan Huang dan Zheng telah mengancam kesehatan penumpang lainnya di pesawat yang sama dan menghalangi upaya antiepidemi pemerintah setempat.

Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan kepada para penumpang agar mematuhi kebijakan antiepidemi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Tiongkok. Meskipun mendapatkan perlakuan medis, penumpang tersebut bakal dikenai sanksi hukum yang berlaku. Demikian dilaporkan media resmi di Tiongkok.

Sejak Juli, Pemerintah Tiongkok mewajibkan siapa pun yang hendak memasuki negaranya dari luar negeri untuk melampirkan hasil tes usap negatif dari institusi kesehatan yang ditunjuk. Maksimal 48 jam sebelum terbang.

Mulai November 2020, syaratnya ditambah lagi. Yakni kewajiban tes serum IgM. Setelah itu, calon penumpang baru mendapatkan sertifikat kesehatan dari perwakilan Pemerintah Tiongkok. Setibanya di Tiongkok, para penumpang pesawat dari luar negeri wajib menjalani karantina selama 14 hari di hotel yang ditentukan dan tes usap sebanyak empat kali.

Beberapa daerah di Tiongkok, termasuk Beijing, mempersyaratkan penambahan waktu karantina mandiri antara tujuh hingga delapan hari, setelah ditemukan kasus positif pada orang yang selesai menjalani karantina wajib 14 hari. (ant/rul)



Apa Pendapatmu?