Alexa Metrics

Pakar Imunisasi Pastikan Vaksin Covid-19 yang Dibeli Pemerintah Manjur 

Pakar Imunisasi Pastikan Vaksin Covid-19 yang Dibeli Pemerintah Manjur  Ilustrasi Covid-19. DOK Indopos
indopos.co.id – Meskipun sudah mulai bermunculan varian baru dari mutasi virus corona, seperti virus B.1.1.7, maupun yang sebelumnya virus D614G. Namun efektivitas vaksin Covid-19 yang sedang diborong pemerintah Indonesia dan sedang tahap uji klinis dipastikan tidak akan terpengaruh dengan varian baru virus corona itu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI dalam sebuah dialog virtual. Menurutnya, vaksin Covid-19 masih efektif untuk melawan varian baru dari mutasi virus corona tersebut.
”Setiap virus bermutasi itu adalah hal yang alamiah. Saat ini para pakar berpendapat bahwa tes PCR
(polymerase chain reaction) tidak terganggu, dan vaksin yang digunakan tetap efektif terhadap mutasi (virus) baru tersebut. Namun pemantauan tetap dilakukan WHO,” ujar Samsuridjal dalam sebuah dialog bertema ’Menjawab Isu Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19.’
Terkait efek samping dari vaksinasi, menurut Samsuridjal hingga sejauh ini efek samping masih bersifat ringan, dan belum ada yang menunjukkan gejala berat. Menurutnya vaksinasi yang sudah dilakukan terhadap ratusan ribu orang di Inggris dan Amerika Serikat sudah menunjukkan efek samping, yakni efek samping di titik penyuntikan yang terjadi kemerahan, dan suhu tubuh yang sedikit naik atau pusing.
Ia pun menghimbau supaya masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap vaksin Covid-19,
”Jarang sekali terjadi alergi. Namun kalau ada alergi obat-obatan atau makanan harus melapor terlebih dahulu sebelum divaksinasi,” kata Samsuridjal yang mantan Dirut RS Kanker Dharmais ini.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti mengatakan, varian baru Covid-19 telah menyebar ke wilayah Banten, selain empat wilayah lain di Indonesia, diantaranya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
”Varian terbaru dari Covid-19 ini ditemukan di 5 daerah, salah satunya di Banten. Namun sampai saat ini para pakar belum merilis untuk Banten sendiri. Jadi baru di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah merilis,” kata Ati.
Dijelaskan Ati, gejala pasien yang terpapar varian baru virus corona ini sama seperti biasanya. Namun, belum ada kejelasan tentang tingkat bahayanya. Namun dikatakan Ati, tingkat penularan varian baru virus corona ini 10 kali cepat.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah memborong sekitar 426 juta dosis vaksin Covid-19 dari empat perusahaan internasional. Rinciannya, 100 juta dosis dibeli dari Sinovac China, 100 juta dosis dibeli dari Novavax Kanada, 100 juta dosis dari Astrazeneca Inggris, dan 100 juta dosis dibeli dari perusahaan Pfizer yang merupakan perusahaan gabungan Jerman dan AS. (ind)



Apa Pendapatmu?