Alexa Metrics

Pemkot Tangsel Larang Warganya Meriahkan Tahun Baru

Pemkot Tangsel Larang Warganya Meriahkan Tahun Baru

indopos.co.id – Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melarang masyarakatnya meramaikan malam pergantian tahun. Imbauan dan larangan terhadap semua jenis kegiatan itu untuk mencegah terjadinya penyebaran virus COVID-19. Bahkan penindakan tegas akan diberikan kepada mereka yang melanggar.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. Dia mengatakan, pelarangan semua jenis kegiatan yang membuat kerumunan saat malam tahun baru 2021 telah disosialisasikan oleh jajarannya ke masyarakat. Mengingat, saat ini penularan virus tersebut meningkat di Tangsel.

“Kami mengimbau tahun baru jangan ke mana-mana, tetap di rumah saja. Bu Wali Kota sudah mengeluarkan surat edaran berdasarkan surat edaran dari BNPB. Jadi tidak ada perayaan apapun dalam memeriahkan tahun baru, ingat Covid sedang mengintai semua,” katanya saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, isi surat edaran tersebut adalah tidak ada perayaan tahun baru di beberapa tempat. Seperti pusat perbelanjaan atau mal, tempat hiburan, restauran, bioskop.

“Semua tempat itu harus sudah tutup pukul 19.00 WIB. Tidak ada kembang api, tidak ada yang berkumpul saat malam tahun baru. Kami berharap masyarakat di rumah saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Benyamin.

Dijelaskan Benyamin, jajaran Satpol PP bersama Polres dan Kodim Tangsel akan berpatroli. Personil itu akan dibagi tiga regu untuk berjaga mulai sebelum malam pergantian tahun hingga setelah malam pergantian tahun. Tiga rombongan mulai berpatroli sejak pukul 18.30 WIB dengan titik berkumpul di Puspemkot Tangsel.

“Ada rombongan Wali Kota, rombongan Wakil Wali Kota, dan rombongan Sekretaris Daerah dan jajaran. Tujuannya memastikan tidak ada masyarakat yang berkumpul. Kami juga sudah menugasi Satpol PP untuk terus memantau dan patroli setiap hari,” paparnya.

Jika terjadi keramaian atau kerumunan saat pergantian tahun, sambung Benyamin, akan langsung dibubarkan. Bahkan jika ada tempat makan, mal atau tempat hiburan yang buka lewat dari pukul 19.00 WIB akan ditindak tegas.

“Izin restoran atau izin operasionalnya dapat dicabut. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah dihubungi untuk tidak buka lewat dari pukul 19.00 WIB. Jadi akan ditindak tegas,” imbuhnya. (cok)



Apa Pendapatmu?