Alexa Metrics

Vaksinasi Tenaga Medis Mulai Januari 2021

Vaksinasi Tenaga Medis Mulai Januari 2021 BONGKAR – Pekerja membongkar Envirotainer berisi vaksin Covid-19 Sinovac di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Foto: Adrianto/Indopos

indopos.co.id – Pemerintah Indonesia kembali mendaratkan vaksin Covid-19 sebanyak 1,8 juta dosis. Vaksin produksi Sinovac itu, tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Provinsi Banten, dengan pesawat Boeing 777-300 ER Garuda Indonesia.

Saat penjemputan vaksin di Bandara Soetta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Vaksin dimuat dalam 11 buah Envirotrainer, peti kemas berpendingin. Berdasar rencana, vaksin akan diangkut dengan empat truk flatbed ukuran 40 feet menuju Bandung.

Tambahan vaksin itu melengkapi persediaan menjadi 3 juta dosis. Maklum, sebelumnya 1,2 juta vaksin Sinovac tiba pada 6 Desember 2020 lalu. Selanjutnya akan diikuti pengiriman suplai vaksin Covid-19 berbentuk bahan baku (bulk) 140 juta dosis secara bertahap mulai Januari 2021.

Sehari sebelumnya, pemerintah melalui Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma, meneken kesepakatan suplai vaksin Covid-19 dari Novavax – pengembang vaksin Amerika Serikat, Kanada, dan AstraZeneca – pengembang vaksin Inggris dan Jerman. Masing-masing 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Berbagai tonggak penting dicapai beberapa pekan terakhir wujud komitmen dan kerja nyata pemerintah – didukung seluruh elemen bangsa – untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi masyarakat Indonesia dari risiko Pandemi Covid-19. ”Kami berharap Januari vaksin sudah terstribusi ke seluruh Indonesia untuk memulai program vaksinasi bagi para tenaga kesehatan,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan sejak awal sudah menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai dari berbagai sumber lain. ”Secara paralel pembicaraan berkesinambungan juga dilakukan dengan Pfizer (dan BioNTech) dari Amerika Serikat dan Jerman,” tegasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?