Alexa Metrics

Berlangsung Alot, Komarudin Pimpin PP Pertina

Berlangsung Alot, Komarudin Pimpin PP Pertina TERPILIH – Komarudin Simanjuntak Menerima Bendera PP Pertina usai memenangkan Munas di Gedung KONI Pusat. Pertina for INDOPOS

indopos.co.id – Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak menjadi Ketua Umum PP Pertina periode 2020-2024. Ia terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) Pertina virtual di Lantai 12 Gedung KONI Pusat Jakarta, Kamis (31/12/2020).

Munas dipimpin Adam Taka Simanjuntak Sulawesi Selatan (Sulsel), Sam Haning Nusa Tenggara Timur (NTT), Ramli Ramlan Kalimantan Barat (Kalbar), Rionando Butarbutar Kepulauan Riau (Kepri), dan Togi Tobing Sumatera Barat (Sumbar) berlangsung selama 8 jam.

Komarudin mengantongi 18 suara. Sedang pertahana Irjen Pol Johny Asadoma mendapat 15 suara. Satu suara yakni Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sumatera Selatan (Sumsel) tidak memilih. Munas virtual kali pertama Pertina dinyatakan kuorum. Seluruh Pengprov Pertina berjumlah 34 hadir secara virtual dengan hak suara penuh. Hak suara Pengprov Bali sempat diperdebatkan namun akhirnya disepakati Bali berhak memilih Ketua Umum. “Saya salut dengan pak Johny Asadoma yang cukup fair dan ikut menenangkan suasana cukup panas,” tutur Sekretaris Pengprov Pertina Sulsel Adam Taka Simanjuntak.

Sementara itu, tugas berat bakal diemban Komarudin. Namun, mantan Pangdam Udayana itu, sudah punya konsep untuk mengembalikan kejayaaan tinju amatir Indonesia. ”Dulu kita punya petinju tangguh berprestasi internasional seperti Syamsul Anwar Harahap, Ellyas Pical, Albert Papilaya, Pino Bahari, La Paena Masara, dan lain-lainnya. Saya ingin mengembalikan marwah tinju era 80-an itu,” tegas Komarudin.

Nah, guna mengembalikan kejayaan itu, Komarudin akan menjalankan lima misi. Pertama, membenahi sarana dan prasarana tinju di pusat dan daerah. Kedua, membenahi organisasi dengan menempatkan orang sesuai bidangnya. “Mustahil maju kalau menempatkan orang kurang tepat. Istilahnya, The right man on the right place harus diutamakan,” bebernya.

Ketiga, memprioritaskan pembinaan petinju usia dini mengingat minimnya petinju generasi penerus. Pembinaan petinju usia dini bekerja sama dengan dinas pendidikan. Seluruh Ketua Pengprov Pertina harus aktif dan punya prinsip pukul dulu urusan belakang. ”Potensi tinju Indonesia sangat besar,” ucapnya.

Keempat, menambah frekuensi pertandingan minimal 15 kali setahun. Menggelar pertandingan dalam tiga zona. Di mana, pemenang masing-masing zona akan dipertemukan untuk mencari petinju terbaik. ”Pemilihan petinju harus berdasar prestasi tercatat dalam buku rekor. Itu saya garansi. Kedekatan tidak akan berlaku,” tegasnya.

Kelima, pada era 4.0, semua serba cepat dan terukur. Program pembinaan tinju akan disusun 4 tahun ke depan harus melibatkan sport science. ”Piala Presiden dua tahun sekali. Itu akan dilaksanakan dengan melibatkan petinju terbaik,” katanya.

Komarudin mengaku bukan petinju. Namun, sejak SMP hingga menjadi prajurit TNI tidak pernah luput menyaksikan pertandingan tinju. ”Saya hobi nonton tinju makin lengket tatkala dapat mertua yang juga punya hobi sama. Klop dah. Kita selalu saling mengingatkan kalau ada jadwal pertandingan tinju yang disiarkan televisi lokal dan luar,” akunya. (bam)



Apa Pendapatmu?