Alexa Metrics

Baru Diperbaiki, Jalan Nasional Rangkasbitung Rusak

Baru Diperbaiki, Jalan Nasional Rangkasbitung Rusak RUSAK – Salah satu titik jalan nasional yang rusak di by pass Soekarno Hatta Rangkasbitung, Banten.

indopos.co.id – Pengguna jalan Rangkasbitung-Cigelung mengeluh. Itu terutama jalan by pass Soekarno-Hatta, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Maklum, ruas jalan tersebut rusak cukup parah, terutama prapatan Sumur Buang, Kecamatan Cibadak.

Ironisnya, jalan tersebut baru diperbaiki beberapa hari lalu dengan system patching atau penutupan lubang jalan. Namun, beberapa hari kemudian aspal kembali mengelupas dan jalan berlubang seperti semula. ”Kami minta aparat penegak hukum menelusuri hasil pekerjaan yang dilakukan kontraktor,” tutur Rahman, salah satu pengendara kepada indopos.co.id, Kamis (31/12/2020).

Diduga, penunjukan kontraktor penuh rekayasa oleh oknum Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (P2JK) dan oknum Satker PJN Banten 1 BPJN Wilayah VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan begitu, pekerjaan dilakukan asal asalan. ”Masa iya hasil pekerjaan tidak sampai sebulan sudah rusak lagi,” cetus salah seorang pengusaha jasa konstruksi di Pandeglang.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengaku, kerusakan ruas jalan nasional itu, kalau menyebabkan kecelakan lalu lintas, korban dapat menuntut pidana dan perdata kepada pemerintah. ”Pemerintah tidak boleh menunda perbaikan jalan rusak dengan alasan anggaran belum turun atau alasan lainnya. Karena bisa memakai dana preservasi sudah diatur dalam UU Nomor 22 tahun 2009,” terang Edison.

Selain bertanggung jawab terhadap korban kecelakan, pemerintah juga wajib membuat tanda atau isyarat di sekitar jalan rusak maupun sedang dalam perbaikan. ”Pemerintah pusat hingga daerah harus memahami bahwa lalu lintas itu merupakan urat nadi kehidupan. Pemerintah wajib mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas),” tukasnya.

Kerusakan jalan nasional di Kabupaten Lebak harus segera diperbaiki. Seluruh instansi pemerintah bersinergi dan mencari solusi efektif mengatasi permasalahan lalu lintas di Banten. ”Jangan sampai sudah banyak korban berjatuhan baru dilakukan perbaikan,” katanya.

Perlu dilakukan penyelidikan dan evaluasi untuk mengetahui apa penyebab kerusakan jalan itu. Apakah kendaraan kelebihan tonase atau pengerjaan tidak sesuai bestek. ”Siapapun terindikasi menjadi penyebab kerusakan harus diseret ke meja hijau untuk diminta pertanggungjawaban,” tegasnya.

Hingga kini indopos.co.id belum berhasil menghubungi kepala P2JK dań kepala Satker PJN Banten I untuk mengonfirmasi tudingan kongkalingkong penentuan kontraktor pengerjaan pembangunan ruas jalan tersebut. (yas).



Apa Pendapatmu?